Tentang Kami
Kata “Selat” merujuk pada kondisi geografis yaitu laut yang diapit oleh dua pulau, karena wilayah Selat Nasik meliputi dua buah pulau besar yang saling berhadapan yaitu Pulau Mendanau dan Pulau Batu Dinding. Sedangkan kata “Nasik” merupakan penyebutan kata “Nasi” dalam dialek melayu. Konon ceritanya dahulu kala pelabuan Selat Nasik sekarang ini merupakan tempat persinggahan bagi kapal-kapal yang berlayar jauh. Kapal – kapal tersebut berlabuh di Selat Nasik untuk menanak “Nasi”, sehingga lama-kelamaan tempat persinggahan tersebut diberi nama “Selat Nasi”. Karena Bahasa yang digunakan Orang Belitung ialah Bahasa melayu maka penyebutan kata ”Nasi” bergeser menjadi “Nasik” sehingga sebutan yang sebelumnya “Selat Nasi” berubah menjadi “SELAT NASIK”.